Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan? Apakah diperbolehkan oleh hukum?

dsfSektor perdagangan, khususnya retail saat ini di Indonesia berkembang dengan pesat. Jumlah transaksi yang terus meningkat setiap harinya membuat munculnya pelaku-pelaku usaha baru di bidang perdagangan khususnya retail di Indonesia. Namun seiring dengan pertumbuhan sektor perdagangan tersebut, maka para pemangku kepentingan, seperti produsen maupun konsumen harus lebih aware dengan hak dan kewajiban masing-masing pihak agar pertumbuhan di sektor ini tetap mendatangkan keuntungan/manfaat yang maksimal bagi kedua belah pihak. Beberapa hak dan kewajiban pelaku usaha dan konsumen diatur di dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (“UU Perlindungan Konsumen“).

Salah satu hak konsumen yang perlu diperhatikan adalah hak yang diatur di dalam Pasal 4huruf H UU Perlindungan Konsumen yang selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

“hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.”

berdasarkan ketentuan di atas, Konsumen berhak untuk menerima penggantian dan/atau ganti rugi jika barang/jasa yang diterimanya tidak sesuai dengan perjanjian/tidak sebagaimana mestinya. Hak ini perlu diperhatikan oleh semua pihak karena saat ini banyak pelaku usaha/ toko-toko yang memasang/ mempunyai ketentuan bahwa barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.

Lebih lanjut, merujuk kepada Pasal 18 ayat (1) huruf b dan c UU Perlindungan Konsumen, Pelaku Usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuat atau mencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian apabila:

  • menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali barang yang dibeli konsumen;
  • menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali uang yang dibayarkan atas barang dan/atau jasa yang dibeli oleh konsumen;

Ketentuan tersebut di atas dengan jelas menyatakan bahwa klausula baku yang menyatakan bahwa pelaku berhak menolak penyerahan kembali barang yang dibeli konsumen itu dilarang bahkan ketentuan tersebut dianggap batal demi hukum. Bahkan, pelanggaran terhadap ketentuan tersebut di atas diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak 2 miliar rupiah.


  • Apabila anda memiliki pertanyaan sehubungan dengan hal tersebut di atas/ memiliki pertanyaan seputar hukum/ ingin melakukan konsultasi hukum gratis, silahkan menghubungi kami atau email pertanyaan dan masalah anda ke email kami:lawofficemsp@gmail.com.

 

  • Untuk informasi lebih lanjut mengenai firma kami: MS & Partners Law Office, silahkan menghubungi kami atau kunjungi website kami di: www.msp-lawoffice.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s